Jumat, 02 Desember 2011

Pengambilan Perdana Ke Lumajang

Jadi wiraswasta dengan profesi bakul gedang memang tidak boleh wegahan atau malas. Kita harus gigih untuk memperoleh bahan baku. Meski harus menempuh jarak ratusan kilometer dengan naik kendaraan darat 12 jam nonstop harus disikapi dengan ikhlas rela dan tawakal, bukankah begitu? Rasa capai di badan ini belum pulih benar namun panggilan calon suplaier pisang dari Lumajang sudah menanti. Akhirnya Rabu sore 30 Nopember 2011 kita berangkat lagi ke Lumajang. Kali ini kita disiapkan pisang raja sekitar 1 (satu) ton, yah...sekalian pembelajaran bersama dengan calon suplaier dalam melakukan grading pisang raja.



Lumajang memang kota pisang. Pagi hari saat kami melewati pasar Klakah yang terletak di pinggir jalan Probolinggo - Lumajang, wah..pemandangannya benar-benar khas pisang, banyak kendaraan roda dua mawoh pisang nongkrong di pinggir jalan. Sayang kami enggak sempat berhenti untuk mengambil gambar mengingat waktunya sudah sangat mendesak untuk segera ketemu dengan calon  suplaier.


Siangnya kami balik ke Yogyakarta dengan rasa bangga karena telah berhasil membawa pisang raja dalam jumlah banyak. Kecepatan mobil tidak perlu dipacu kencang-kencang seperti angkutan umum yang ngejar setoran, pelan tapi pasti bisnis ini akan berkembang, seyakin perjalanan kami balik ke kandang. 

Penimbangan pisang per sisir

Grading berdasar berat

Siap masuk mobil

Rehat sejenak setelah grading

Penataan di mobil

Penimbangan per kranjang

Penataan di mobil

Penataan kranjang di mobil

Penataan kranjang di mobil
Siap balik ke Yogya

Selasa, 29 November 2011

Syarat Tumbuh Tanaman Pisang

1. Iklim

Tanaman Pisang cocok tumbuh pada iklim tropis basah. Kondisi lembab dan panas sangat mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Pada kondisi tanpa air, pisang masih tetap tumbuh karena air dapat disuplai dari batangnya yang berair tetapi produksinya masih tetap bisa diharapkan.

Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang,  dapat merusak daun dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Bahkan lebih fatal lagi, angin puting beliung yang beberapa tahun silam melanda daerah Kendal meluluh-lantakan puluhan pohon pisang di sana.

Curah hujan yang paling optimal untuk pertumbuhan pohon pisang adalah 1.520 - 3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. Perlu diperhatikan juga bahwa ketinggian curah hujan perlu diseimbangkan dengan drainasinya supaya tidak menjadi tergenang.

2. Media Tanaman

Jelas bahwa tanaman pisang akan cepat tumbuh pada tanah yang kaya akan humus, mengandung kapur atau tanah berat. Kita tahu bahwa tanaman pisang ini rakus akan zat hara, oleh karena itu tanaman ini sebaiknya ditanam ditanah yang berhumus dan ditambah pemupukan.

Sudah kita sampaikan bahwa drainasi harus baik, artinya air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang seperti tanaman padi. Dengan demikian tanaman pisang harus diairi secara intensif. Biasanya ketinggian air di daerah basah adalah 50 cm - 200 cm, di daerah setengah basah 100 - 200 cm dan di daerah kering 50 - 150 cm. Tanah yang pernah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen yang baik karena disamping topsoil nya hilang juga tanahnya keras. Bagi tanaman pisang, pendeknya cocok pada jenis tanah yang mudah meresapkan air.

3. Ketinggian Tempat

Sebenarnya tanaman pisang sangat toleran akan ketinggian dan kekeringan. Di Indonesia pada umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2000 dpl. Pisang ambon, nangka, tanduk dapat berkembang dengan baik sampai ketinggian 1000 dpl.

Teknologi Penyediaan Benih Pisang


Tahapan dalam teknologi penyediaan benih meliputi :
1. Pemilihan rumpun induk dan pohon induk

Pemilihan rumpun induk dan pohon induk dengan asal tanaman dan varietasnya jelas, sudah dilepas oleh Menteri Pertanian, disukai oleh masyarakat, mempunyai pangsa pasar yang baik, sehat tidak terserang hama penyakit, menunjukkan pertumbuhan yang baik, cepat dan normal.

2. Cara perbanyakan benih dengan bonggol, anakan dan kultur jaringan

Sistem perbanyakan dengan anakan adalah dengan cara memilih  tanaman yang sudah berbuah dan sehat dengan telah mendapat registrasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), menyeleksi benih yang mempunyai ketinggian yang sama

Perbanyakaan dengan menggunakan bonggol adalah dengan cara memilih tanaman yang sudah berbuah dan sehat yang telah mendapat registrasi dari BPSB, membongkar pohon berikut bonggolnya dengan catatan mata tunas tidak boleh rusak, bonggol yang ada mata tunasnya dibelah dengan ukuran 10 cm x 10 cm, dimasukkan ke dalam air panas 55 derajad Celcius selama 60 menit kemudian direndam dalam ZPT 20 ppm selama 60 menit. Biasanya dalam satu bonggol diperoleh 20 an mata tunas.

Sedangkan perbanyakan melalui kultur jaringan hanya dapat dilakukan di laboratorium karena pembuatannya harus di ruang steril dan menggunakan almari kultur, inklaaf dan lain-lain. Harga peralatan bisa mencapai 15 jutaan rp. Keuntungannya adalah mampu menghasilkan bibit dalam jumlah banyak, bermutu dan seragam dalam waktu singkat, sifat tanaman sama dengan induknya, kesehatan bibit lebih terjamin serta kecepatan tumbuh lebih cepat dibanding cara konvensional (anakan dan bonggol).

Senin, 28 November 2011

Pendidikan yang Bernuansa Wiraswasta

 
Setiap tahun ada sekitar 30% lulusan perguruan tinggi yang tidak terserap dunia kerja. Hal ini tentu disebabkan oleh ketidak-cocokan kualifikasi lulusan dengan lowongan pekerjaan yang tersedia. Wow...prihatin sekali manakala melihat fakta pedih yang tak terbantahkan ini. Bayangkan, lulusan perguruan tinggi yang telah menghabiskan banyak dana dan ditempuh dalam kurun waktu paling tidak 4 tahun, ternyata masih banyak yang menganggur, pengangguran intelek!

Nah, kahanan semacam itu tidak usah diratapi berlebihan, apalagi mencari kambing hitam. Kitalah yang harus mencari peluang ditengah tekanan semacam itu. Solusinya pemerintah harus berani mengubah mainstream pendidikan, yakni pendidikan harus lebih condong kepada entrepreneurship. Siapapun itu seorang pendidik,harus berani mencoba menerapkan pendidikan yang bersifat wiraswasta, sehingga anak didik mulai dari tingkat dasar hingga PT tidak canggung bergerak dalam dunia usaha.

Kiranya tidak perlu praktek yang muluk-muluk. Anak usia SD bisa diajak untuk membuat hiasan bunga lantas dilatih untuk berani menawarkan kepada orang lain. Bisa juga anak didik dilatih sablon kaos, stiker, topi dan sebagainya. Syukur setiap ulang tahun sekolahan seminar yang syarat idealisme diganti dengan "Pekan Wirausaha" dimana setiap siswa bisa menampilkan hasil kreasinya. Bukan tidak mungkin inovasi kecil semacam ini memberikan perubahan besar bagi bangsa kita.

Sample dari Lumajang

Hari ini ada pengiriman sample dari Lumajang sebanyak 1 (satu) kwintal. Pengepakan sudah cukup bagus yaitu dengan karton box yang di dalamnya ada penguat dari bambu sehingga bisa menahan beban kardus berisi pisang di atasnya tanpa penyok, dengan demikian pisang di dalam kardus terbawah dalam kondisi aman. Disamping itu antar sisir pisang diberi steroform tipis sehingga menghindarkan gesekan antar pisang dimana bisa menyebabkan pisang menjadi besem/gosong.




Setelah kita buka dan pelajari, maka kami menyimpulkan ada 3 macam grade pisang raja. Dengan catatan semua pisang dalam kondisi tua di pohon, maka kita bedakan berdasarkan beratnya.

1. Grade A
-Kondisi pisang sudah tua, tandanya lingirnya tidak tajam.
-Mulus, penampilan tertata berderet rapi
-Berat lebih dari 1,5 Kg per sisir



2. Grade B
-Kondisi pisang sudah tua, tandanya lingirnya tidak tajam.
-Mulus, penampilan tertata berderet rapi
-Berat lebih dari 1,3 Kg sampai 1,5 Kg per sisir




3. Grade C
-Kondisi pisang sudah tua, tandanya lingirnya tidak tajam.
-Mulus, penampilan tertata berderet rapi
-Berat lebih dari 1,0 Kg sampai 1,3 Kg per sisir




Sabtu, 26 November 2011

PENGEMBANGAN PISANG AROMA

PENGEMBANGAN PISANG AROMA
PT TROPICANA SIAP KEMBANGKAN PISANG AROMA

TEMANGGUNG, PT Tropica Banana  dari  Semarang siap mengembangkan pisang aroma di desa Tawangsari Kecamatan Wonoboyo. Rencananya  pengembangan pisang varietas unggul itu dilakukan bekerjasama dengan petani setempat.
     Sosialisasi  rencana pengembangan pisang aroma itu dipaparkan dalam  rapat selapanan  kelompok tani Surodipo Desa Tawangsari yang berlangsung di salah satu rumah anggota Kamis (29/9). Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Ir.Budiarto, MT didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Ir. Sunardi, Camat Wonoboyo dan pejabat terkait serta diikuti segenap anggota Kelompok Tani.
     Kastiyono dari PT Tropicana Banana menjelaskan, pihaknya siap memberi bantuan bibit pisang aroma  secara gratis sekaligus melakukan pendampingan  dalam  tata cara penanamannya. Untuk tahap pertama  bantuan bibit yang diberikan sebanyak 100 batang. Petani tinggal menyiapkan lahan dan menanamnya serta jika sudah panen akan dibeli oleh PT dengan harga standart.
     Diutarakan , pisang aroma memiliki keunggulan yakni buahnya lebat, rasanya manis dan tahan lama. Dalam satu tandan bisa menghasilkan 40 kg  dan setiap kgnya akan dibeli Rp.3500. Sasaran utama pemasarannya  dipasok ke sejumlah supermarket.
     Wakil Bupati Budiarto dalam sambutannya menyambut positif rencana pengembangan pisang aroma di Tawangsari yang  dinilai menguntungkan petani. Diharapkan rencana tersebut bisa ditindaklanjuti  dalam bentuk MOU  kerjasama antara  investor PT Tropica Banana dengan petani dilandasi prinsip saling menguntungkan.
     Ketua Kelompok Tani Surodipo Joko Sungkono mengatakan, pada prinsipnya  petani tertarik dengan penawaran PT Tropica Banana  yang merencanakan  pengembangan pisang aroma. Namun demikian  untuk menentukan sikap, pihaknya akan  segera menggelar rapat internal  bersama segenap anggota.

Kamis, 24 November 2011

Imogiri Banana Field Trip

Imogiri jelas berbeda dengan Lumajang.  Daerah sekitar Imogiri belum ada perkebunan pisang seperti di Lumajang.  Namun hampir setiap rumah di daerah ini menanam pisang kepok kuning, kepok putih, raja maupun ambon. 


Inilah suasana pasar anyar Imogiri. Pasar  tradisional ini dibangun setelah gempa bumi tahun 2006 yang meluluh-lantakkan Kabupaten Bantul kala itu. Salah satu los pasar ada yang khusus menyediakan berbagai pisang.