Selasa, 29 November 2011

Teknologi Penyediaan Benih Pisang


Tahapan dalam teknologi penyediaan benih meliputi :
1. Pemilihan rumpun induk dan pohon induk

Pemilihan rumpun induk dan pohon induk dengan asal tanaman dan varietasnya jelas, sudah dilepas oleh Menteri Pertanian, disukai oleh masyarakat, mempunyai pangsa pasar yang baik, sehat tidak terserang hama penyakit, menunjukkan pertumbuhan yang baik, cepat dan normal.

2. Cara perbanyakan benih dengan bonggol, anakan dan kultur jaringan

Sistem perbanyakan dengan anakan adalah dengan cara memilih  tanaman yang sudah berbuah dan sehat dengan telah mendapat registrasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), menyeleksi benih yang mempunyai ketinggian yang sama

Perbanyakaan dengan menggunakan bonggol adalah dengan cara memilih tanaman yang sudah berbuah dan sehat yang telah mendapat registrasi dari BPSB, membongkar pohon berikut bonggolnya dengan catatan mata tunas tidak boleh rusak, bonggol yang ada mata tunasnya dibelah dengan ukuran 10 cm x 10 cm, dimasukkan ke dalam air panas 55 derajad Celcius selama 60 menit kemudian direndam dalam ZPT 20 ppm selama 60 menit. Biasanya dalam satu bonggol diperoleh 20 an mata tunas.

Sedangkan perbanyakan melalui kultur jaringan hanya dapat dilakukan di laboratorium karena pembuatannya harus di ruang steril dan menggunakan almari kultur, inklaaf dan lain-lain. Harga peralatan bisa mencapai 15 jutaan rp. Keuntungannya adalah mampu menghasilkan bibit dalam jumlah banyak, bermutu dan seragam dalam waktu singkat, sifat tanaman sama dengan induknya, kesehatan bibit lebih terjamin serta kecepatan tumbuh lebih cepat dibanding cara konvensional (anakan dan bonggol).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar