Sabtu, 02 Oktober 2010

Mari Berkembang Bersama

Ini adalah data kami untuk mensuplai berbagai pisang ke satu outlet yang bernama Super Indo. Sekali kirim dari Semarang komposisinya sebagai berikut :
  1. Pisang Kepok = 120 sisir
  2. Pisang Raja = 100 sisir
  3. Pisang Susu = 75 sisir
  4. Pisang Ambon Kranjangan = 40 sisir
  5. Pisang Ambon Tropika = 170 Kg
Seluruh muatan tersebut pas untuk 1 rit mobil Mitsubishi L-300 dengan beberapa ribu uang tip di dua jembatan penimbangan Secang dan Magelang karena sudah sedikit overload.


Nah prospeknya, saat ini Super Indo di Yogyakarta ada 6 cabang dan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun ke depan akan ditarget menjadi 10 cabang. Konsekuensi logisnya adalah permintaan pisang juga meningkat, bukankah ini prospek? Awalnya kami meremehkan, bahkan sangat meremehkan pisang, tetapi dengan sudah terjun begini, mengalami sendiri realitasnya, bagaimana kita bisa bilang remeh? It is a big bisuness Bro.


Pada saat bulan puasa saja kemarin (baru kali ini kami mengalami menyuplai ke Super Indo Yogya melewati bulan puasa), sekali kirim kami membawa dua mobil L-300 iring-iringan dari Semarang ke Yogya dua kali dalam seminggu, dan ini hanya pisang, belum prospek buah yang lain ataupun berbagai sayuran, overload deh. Iya, begitu pihak Super Indo memberikan trust kepada kami, justru kamilah yang belum siap menghandle berbagai peluang yang ditawarkan, it is real opportunity man.


Mau tahu omset kami saat puasa kemarin (sekali kirim), inilah datanya :


  1. Pisang Kepok = 250 sisir
  2. Pisang Raja = 200 sisir
  3. Pisang Susu = 100 sisir
  4. Pisang Ambon Kranjangan = 75 sisir
  5. Pisang Ambon Tropika = 250 Kg
Dan kami diberi dispensasi untuk kirim pisang seminggu 2 kali. Padahal permintaannya setiap hari kirim. Ternyata begitu rakusnya Yogyakarta akan segala macam pisang, bisakah anda mengerti? Sekali lagi saya ulangi, itu baru untuk 6 cabang, belum 10 cabang dan sebentar lagi mereka akan membukanya di daerah Jln Godean, tunggu saja openingnya. Lets business with us.

Satu prospek lain yang cukup mengagetkan juga adalah kita diminta segera suplay pisang raja nangka, semakin menarik bukan? Belum lagi kita diminta untuk mempersiapkan suplai segala macam buah dan sayuran untuk Semarang saat Super Indo hendak membuka di sana tahun depan, ini bukan pekerjaan main-main dan harus dikelola dengan profesional bukan serampangan mengingat kepercayaan yang kita peroleh dari nol membutuhkan proses tidak nyaman cukup lama, pernahkan anda diece sama warung padang saat menawarkan pisang padahal anda seorang sarjana FTP-UGM? Pernahkan anda dilecehkan oleh seorang Supervisor Buah-buahan suatu Supermarket karena diragukan rutinitasnya dalam mensuplai pisang? Dan hanya pisang? Pernahkan anda membayangkan seorang sarjana menggotong-gotong keranjang pisang di Supermarket sementara orang lain berdandan wangi untuk jalan-jalan? Seorang sarjana pertanian harus berburu pisang di sekitar Boja, Gunungpati dan masuk ke pelosok selepas kerja sore dengan Honda butut supaya irit dan bisa masuk jalan kampung dan diburu gelap. Suatu saat masih dimarah-marah family karena terlanjur membeli setundun pisang ambon kualitas prima yang tumbuh di dalam kuburan, hi...hi... Kenapa kita mesti malu dan gengsi melakukannya, toh itu tidak mencuri ataupun korupsi. Nah, masa pahit rupanya sudah hampir berlalu, tawaran-tawaran prospek di atas adalah hasil jerih payah kami yang tak kenal lelah menggeluti pisang, just only banana man.

Sekali lagi kami katakan dengan serius, kami membutuhkan suplaier segala macam pisang yang siap maju bersama kami. Kami tunggu respons positip anda. matur nuwun

1 komentar: